Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 101 Halaman
Saat petamakali membaca buku ini... kesan pertama yang tertangkap adalah cerita perjuangan pada masa penjajahan belanda dulu. Jujur, saya pun belum pernah mendengar cerita perjuangan di pulau kecil belahan timur Indonesia ini. tentang kekejaman para kolonial belanda kepada masyarakat pribumi. Terutama kepada 3 bersaudara yang dipaksa bekerja untuk menggantikan ayah mereka.
Pada buku ini saya juga menemukan kenyataan bahwa terdapat sisi lain dari sepak bola sebagai olahraga yang menjadi salah satu bentuk pemberontakan melawan penjajah. Tokoh sentralnya tak lain adalah 3 bersaudara tadi, yang tak lain juga adalah ayah dari ikal. Seorang anak yang selalu menganggap ayahandanya biasa saja, namun berubah setelah mendengar kisah bahwa di jaman penjajahan dulu, ayahnya adalah salah satu dari sebelas patriot di lapangan hijau.
Secara keseluruhan, buku ini memang kebanyakan mengambil tema tentang sepak bola, namun yang lebih terasa adalah hubungan ayah-anak yang di bangun memperkuat ciri khas cerita di buku ini. Ya, ikal dan ayahnya. Seorang anak yang selalu menatap punggung ayahnya, membuka kenyataan, dan berusaha untuk meneruskan mimpi ayahnya yang sudah terkubur dihancurkan oleh belanda.
Berkali-kali jatuh, namun tekad yang kuat mengembalikan semuanya, lengkap dengan hasil yang sempurna.
Mimpi... begitulah yang aku tangkap dari buku ini. Semuanya memang berawal dari mimpi. Sederhana, namun kegigihan untuk mewujudkannya itulah yang memberikan nilai tak terhingga.
- Cinta sepak bola, adalah cinta buta yang paling menyenangkan -
Ikal,
Pada buku ini saya juga menemukan kenyataan bahwa terdapat sisi lain dari sepak bola sebagai olahraga yang menjadi salah satu bentuk pemberontakan melawan penjajah. Tokoh sentralnya tak lain adalah 3 bersaudara tadi, yang tak lain juga adalah ayah dari ikal. Seorang anak yang selalu menganggap ayahandanya biasa saja, namun berubah setelah mendengar kisah bahwa di jaman penjajahan dulu, ayahnya adalah salah satu dari sebelas patriot di lapangan hijau.
Secara keseluruhan, buku ini memang kebanyakan mengambil tema tentang sepak bola, namun yang lebih terasa adalah hubungan ayah-anak yang di bangun memperkuat ciri khas cerita di buku ini. Ya, ikal dan ayahnya. Seorang anak yang selalu menatap punggung ayahnya, membuka kenyataan, dan berusaha untuk meneruskan mimpi ayahnya yang sudah terkubur dihancurkan oleh belanda.
Berkali-kali jatuh, namun tekad yang kuat mengembalikan semuanya, lengkap dengan hasil yang sempurna.
Mimpi... begitulah yang aku tangkap dari buku ini. Semuanya memang berawal dari mimpi. Sederhana, namun kegigihan untuk mewujudkannya itulah yang memberikan nilai tak terhingga.
- Cinta sepak bola, adalah cinta buta yang paling menyenangkan -
Ikal,

0 komentar:
Posting Komentar